Singing Your Soul On The Tuts

Memang menyenangkan sekaligus menenangkan rasanya saat isi hati dapat ku muntahkan lewat tuts-tuts keyboards. Rasanya jauh berbeda saat aku menggunakan mic sebagai media ekspresi. Verbalisme cenderung lebih meletihkan. Apalagi kalau mengcover Homicide dengan style yang sepenuhnya diriku. Ada hal yang harus dimuntahkan lewat mic dan ada hal lain yang cuma hatiku saja yang mampu merasainya. Seperti saat aku memainkan Dream Oddysey yang ku sambung ke Unseen Harbor dalam suasana sepi, sendiri, hanya semilir angin malam, tanpa kawan, tanpa kekasih. Meski tak semirip versi kaset. Dari komposisi itu seakan aku sedang menyelami seisi jiwaku dibelantara riak-riak samudera kosong yang ditimpa kerinduan akan sebuah waktu yang hilang. Sebuah romantisme klasik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s