Lembaga Peodal Independen Indonesia

Ada sebuah organisasi sosial yang konon “independent” yang tak kepalang tanggung feodalnya. Sebagian orang sudah masuk ke dalamnya. Termasuk kawanku dan ia pun mengajakku bergabung agar menjadi organ didalamnya. Berbayar pula? Aneh. But fine, untuk menghormati kawanku awalnya ku iyakan sehingga aku pun dipertemukan dengan tangan kanan ketua organisasi itu. Kami banyak mengobrol. Ia pun menceritakan visi dan misi organisasi itu. Dan yang mencengangkan darinya adalah membangun struktur sosial baru, membuat Indonesia makmur dan sejahtera.

O Em Ji!! Such a beautiful dream. So sweet, anyway. These is a big project for humanity that i ever heard. Lol…

Tapi sebentar, ku tanya, bagaimana caranya? Ia menjawab dengan arogan bahwa akan ada dana yang cair bernilai jutaan dollar dari seorang dermawan. Sehingga dari dana itu bisa kita bangun ratusan kantor disetiap pelosok dan lekas melaksanakan program-program kerja organisasi, pertama-tama adalah sembako nasional bagi warga miskin, katanya.

Oh tuhan betapa mulianya elu-elu pada wahai feodalis parasitis. Beberapa dokumen memang telah aku baca, sedikit ku pelajari, dan make no sense.

Kalian pikir dengan cara membagi sembako pada warga, Indonesia akan sejahtera? Kalian kira dengan buka kantor macam begitu struktur sosial akan berubah? Apalagi ditambah dengan sistem dan logika feodal kalian yang purba nan basi itu? Betapapun kalian menunjukan ratusan lembar deposit ratusan ribu pounds. Karena aku tahu persis apa yang termaktub dikepala kalian? Dan bagaimana organisasi macam begini malah tetap bertahan? Ok. You can tell to everyone that i’m snob. Yes, you’re right, i’m snob. Who’s care! Dan, pertanyaan kemudian dalam kepalaku adalah, siapakah orang dermawan itu? Apakah pekerjaannya?

Sudah ku duga ia adalah seorang feodalis purba ultra ambisius yang mempunyai banyak istri, tak jelas perusahaannya juga. Aku sudah mahfum dengan beginian. Terlalu mahfum. Sehingga aku tak perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan bodoh lainnya. Tapi aku kasihan juga terhadap kawanku yang menaruh harapan besar pada mereka.

Kawan, semoga engkau tetap tegar jika suatu saat nanti engkau menyadari bahwa tak ada apa-apa disana kecuali persekongkolan-persekongkolan iblis belaka. Stay strong, dude!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s