Re-imagine: Fanzine

Why?
Karena kami resah, dan kami mencintai mereka, kami ingin berbuat sesuatu, dan kami mencintai musik, kami sangat senang.

Who?
Kami adalah pemimpin. Kami hanya perlu membagi tugas. Kami percaya pada keadilan, kebebasan, kesenian, dapat menghantar manusia pada kebahagiaan. Tak peduli betapa busuknya keadaan diluar sana. Kami hanya ingin mencintai. Kami tak pernah menutup diri pada mereka yang mempunyai mimpi yang sama. Kecintaan yang sama. Spirit yang sama.

Where?
Kami tahu kami tidak punya koneksi pada media-media besar. Namun cukuplah kedekatan kami dengan keadilan, kebebasan, kesenian yang jadi sahabat kami hari ini. Kami adalah pencinta. Pemimpin. Kami tak pernah mempermasalahkan jarak. Teknologi sudah sangat maju.

When?
Kami sangat terinspirasi dengan sajak Chairil Anwar, “sekali berarti sesudah itu mati,” apa bagimu itu terlalu ekstrim? Mengingat kami masih muda. Ayo lah gunakan nuranimu. Hari ini atau tidak sama sekali. Kita bersenang-senang dengan keadilan, kebebasan, dan tentu saja musik.

What?
Kami sadar harus ada strategic plan agar tak cuma jadi setumpukan kertas yang berakhir dalam tong sampah. Untuk hal ini kami masih terus menggali. Ohya, mind maping itu amat perlu memang.

How?
Yang jelas kami bekerja sesuai kapasitas masing-masing. Tak ada hal yang perlu kami paksakan. Karena kami memang mencintai. Seperti yang sudah kami sebutkan pada poin who, kami terbuka dengan mereka yang mempunyai passion yang sama. Collaboration, supporter-sharing, sympatisan-sharing, etc. As you know, because this is about movements not individual.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s