13 Set #1

Telah lama aku menunggu malam ini. Dimana aku dapat menyalurkan hobiku yang lain, bermain tenis meja. Hari-hari kemarin lapangan sedang sepi. Sehingga tertutup jalan bagiku untuk join. Dan pada malam ini orang tua murid tak diduga mengundangku main. Dengan senang hati aku menyambutnya penuh gegap gempita. 13 Set berturut-turut. Lumayan meletihkan namun tentunya menyegarkan. Sudah beberapa bulan ini aku tak main. Rasanya ada yang kurang dalam hidup.

Ditempat ini aku tak punya lawan tanding. Bukan karena aku mahir atau apa. Tapi aku belum menemukan saja barangkali. Sampai bapak dari anak didikku mengundang bermain. Sedang kawanku tergantung mood saja bila ku ajak sparing. Selain memang kawanku tidak cukup baik ketika memegang bet. Lagipula melawannya memang amat membosankan. hahaha… (jadah!)

Seseorang diantara lawanku, bermain cukup baik, ia mempunyai teknik tingkat tinggi dalam memegang bet. Cara ia memegang bet persis seorang drumer spesialis swing-jazz versi akustik saat memegang stick, yakni semi terbalik, dan itu tidak lah mainstream. Tak mudah membaca arah bola kemana akan menuju lewat cara memegang bet macam begitu. Apalagi saat ia memuncratkan backhand maupun smash secara tiba-tiba. Sangat sialan sekali! Aku pun kalah telak 3 set tanpa belas ampun. Memang ini bukan kompetisi melainkan senang-senang saja. Namun hal ini cukup membuatku malu. Tengsin atuh anjir! Tunggu minggu depan anda akan ku balas, pak!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s