Indoneistika

#Np Providence ~Godspeed You! Black Emperror

Dunia politik semakin tidak menarik untuk diikuti. Meskipun pada kenyataannya aku tak pernah mampu apatis terhadapnya. Apalagi sebentar lagi bakal digelar pemilu presiden. Spanduk nihilisme total dipajang dimana-mana. Partai-partai besar memencretkan bau tengik berupa janji-janji kepada rakyat. Ah, sudahlah….

Seandainya hidup tak pernah bersinggungan dengan bau busuk politik (entah ‘p’ kecil maupun ‘P’ besar) barangkali setiap orang akan menemukan kesadaran bahwa kita berhak untuk hidup bahagia, makmur, dan sejahtera. Hidup bersandingan dengan spirit kekeluargaan. Tak pandang klas sosial. Tak pandang gender. Tak pandang agamamu apa. Dari ras mana? Keturunan mana? Tak pandang garis demarkasi. Equality is reality. Ah, betapa naifnya mimpi macam begitu.

Sejauh manakah sesungguhnya kesadaran politis warga? Aku tidak tahu pasti. Yang jelas banyak terdapat warga yang berbagi keluh kesah seputar ekonomi berikut solusi alternatif ultra-fantastis yang bunyinya; jika kita ingin kaya raya lekas berangkat saja ke tempat dimana terdapat kerajaan-kerajaan ghaib, lalu melakukan ritual dark ages disana. Semacam pantai yang konon Nyi Ratu Laut Kidul bersemayam di istananya yang lebih megah dari istana Queen Elizabeth II. Atau pergi ke gunung-gunung yang tersedia tempat penumbalan anak manusia, pendeknya, satu nyawa ditukar dengan harta tak habis-habis -bagi orang yang sepakat pada persyaratan penumbalan tersebut. Menukar satu nyawa dengan harta. Tak peduli jika itu anak kandungmu sendiri. Deal with the devil yang mereka percaya.

Sedang bagiku, itu konyol sekali. ‘coz real the devil are new-imperialism. Demi Radiohead, Refused, Godspeed, Homicide, dan Alam Semesta dedemit dunia lain tak akan pernah sanggup mengobrak-abrik sistem itu.

Sebagai orang yang tumbuh dan berkembang dengan hal macam begitu, aku percaya tak percaya pada yang berbau siluman, dedemat, dedemit, genderewo, genderewi, jin, jun, dan sebangsanya. Disebut tidak percaya karena aku tak pernah menyaksikan hal-hal begituan dengan mata kepalaku sendiri. Kecuali fenomena alam. Melihat Nyi Roro Kidul dengan mata telanjang pun belum pernah tuh. Kecuali lukisan beraroma konon dan katanya. Lagipula aku tak akan pernah mau melakukan tumbal-menumbal atau apalah. That’s so fuxxxin stupid! Sedang bila disebut percaya tak sedikit kawan-kawan dikampungku yang suka bercerita fakta-fakta ganjil mengenai hal itu. Dengan amat meyakinkan. Hmm. Selangkangan logika mistika, ku kira.

Tapi kalau disimak secara serampangan pun, entah ada berapa ratus pedagang di Indonesia yang menggunakan jasa seorang dukun ngehek anti-manusia dan kemanusiaan konon agar usahanya maju? Andai ada yang melakukan riset mengenainya aku yakin sekali angkanya akan mengejutkan. Jangan-jangan lebih banyak dari para pelaku kriminal di Jakarta setiap tahunnya. Apakah Donald Trump, Bill Gates, menggunakan jasa dukun indian agar real estate dan microsoft-nya super-big sukses? Lebih tepatnya, tamak?

Sesungguhnya, kebijakan pemerintah beserta kerajaan korporasinya lah yang dengan bau berak kita sendiri, amat saling kait-mengait. Serupa ikan dan umpan. Permasalahannya? Siapa pengumpan dan siapa diumpan, apakah umpannya, dst. Lalu mengapa engkau berlari pada apa yang engkau sendiri tak pahami, “dark world”? Sesungguhnya yang demikian itu bukanlah perbuatan cerdas, kawan. Bekerja dan berupayalah sesuai dengan apa yang kalian pahami. Tinggalkanlah dongeng, tegakkan badanmu, angkat cangkulmu, sadarilah bahwa politikus tidak pernah berniat membantumu untuk hidup lebih baik dari hari ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s