11 Set #2 (Memperkenalkan)

“Every stare that you see everyone that you meet every line that you say has it’s time and it’s place yeah” #Np Last Dinosaurus

Saat berita korupsi semakin membosankan serupa program-program televisi hari ini. Ketika kurikulum baru semakin memanas dipuncak sana, dan para guru semakin tidak mengerti dengan logika Kemendikbud, dan belakangan pun elit-elit politik makin merapat menjilat pantat siapa yang memegang kuasa untuk kemudian mewariskan kekuasaan itu untuk siapa?

Maka ini adalah waktu yang tepat bagiku (atau kalian) merefleksikan tubuh dan pikiran dengan berolahraga tenis meja di tengah menumpuknya koreksian UKK.

Bagiku menulis itu perihal menjaga kewarasan personal. Jadi entah dibaca atau tidak blog ini, aku tidak terlalu ambil pusing. Sip. Cukup basa-basinya. Here we go…. 🙂

Jika kalian belum pernah memegang bet tenis meja, pertama-tama yang harus dilakukan adalah, ya, tentu saja memegang bet itu dengan cara yang baik dan benar.

Bagaimana cara memegang bet yang baik dan benar? Mudah saja. Kalian tinggal melihat lawan kalian atau guru kalian memegang bet seperti apa dan bagaimana? Dalam hal ini copy-paste sangat diperlukan. Sahih. Ketimbang menotifikasi dengan teori-teori yang njelimet dan membosankan.

Kedua. Servis (serven). Memang tidak mudah mengajarkan servis kepada seseorang yang belum pernah sama sekali memegang bet dan apalagi bola tenis. Namun Jika langkah pertama sudah dilakukan dengan baik, jaminannya adalah langkah kedua dapat juga berjalan dengan mulus.

Sederhananya begini, lemparlah bola ke atas lalu dorong bet ke depan sebelum bola jatuh ke lantai. Jika itu sudah dapat dilakukan; yang ke tiga, dan ke empat pun lekas menyusul secara otomatis saat permainan berlangsung. Instruksi selanjutnya, ya, sambil bermain. Hanya dengan cara itu seseorang menjadi mudah mengerti bagaimana bermain tenis meja. Sedikit demi sedikit ia akan tahu apa itu servis, choop, smash, drive, block, backhand, dan sebagainya, dan sebagainya. Selebihnya adalah improvisasi.

Sedikit Mengenal Tenis Meja

Permainan tenis meja sendiri belum jelas siapa yang menemukannya pertama kali, namun yang jelas orang-orang Inggris lah yang menjadi pelopor olahraga yang menyenangkan ini. Situs pongworld menyebutkan bahwa ping pong dimulai sebagai hobi sosial di Inggris, tepatnya tahun 1890’an, yang kemudian pasang surut, di mana pada saat itu juga berbarengan dengan revolusi petani Donghak di Korea yang kemudian menginspirasi Negara-negara lainnya untuk melakukan hal yang sama. Ah, Kenapa jadinya ke revolusi. Tapi sebentar, kemungkinannya pada waktu itu  bangsa Korea, dan atau lebih jelasnya para petani Donghak dan Tiran, tak sempat merasakan bahwa betapa asyik dan sehatnya bermain tenis meja. XD

Tenis meja mulai popular di seluruh dunia sekitar tahun 1920’an, termasuk ke Negara-negara asia; seperti Jepang, China, India, dan lain-lain. Sedang di Indonesia baru dikenal pada tahun 1930. Pada tahun 1939 sebelum perang dunia ke II para tokoh petenis meja Indonesia mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia). Dan sejak itu, perkembangan tenis meja di Indonesia hingga sekarang bisa dikatakan cukup pesat.

Oke, cukup cutat sana-cutat sininya. Bagiku, permainan tenis meja ini menjunjung tinggi ‘kesetaraan’. An egalitarian games. Ia tak mengenal gender, usia, agama, apalagi busana ala boyband. Kalian dapat bermain tenis meja hanya dengan memakai kaos oblong, sendal ceplek, atau apapun yang menurut kalian nyaman.

Meskipun sedikit merogoh kocek buat beli bet, bola, atau meja. Namun harganya sangat terjangkau. Bet dari harga 50-200 ribu rupiah tersedia. Bola dari harga 6.000-15.000’an/3 biji juga ada. Dan bila meja tenis dirasa cukup mahal warga bisa patungan untuk membelinya, tentu saja, bagi mereka yang punya penghasilan setiap bulannya ada lebihnya. Jika harga meja berkisar di 3 jutaan, ku rasa satu RT akan mampu patungan buat membelinya.

Well, andai kalian susah berinteraksi dengan tetangga, tenis meja bisa jadi solusi alternatif dalam memahami, minimal mengenal, apa dan siapa saja yang ada disekitarmu. Kenalilah tetangga kalian yang bermula dari tenis meja. So, what are you waiting for? 😀

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s