Butiran Es

“Hai….”

“Hai….”

“Kau, apa kabar?”

“Baik, kau?”

“Kau mungkin juga tahu?”

“Tahu apa?”

“Kau benar-benar tak tahu mengenaiku belakangan ini.”

“Mana mungkin aku tahu, kau tak pernah mengatakan apa-apa.”

“Haruskah ku katakan padamu semua yang aku lakukan.”

“Seharusnya begitu.”

“Kenapa harus?”

“Pertanyaanmu bikin pusing saja.”

“Haha. Oke. Oke. Apakah kau memikirkanku belakangan ini?”

“Untuk apa aku memikirkanmu? Haruskah?”

“Tentu saja, karena kau kekasihku.”

“Kenapa harus?”

“Kau mengcopy pertanyaanku.”

“Memangnya kenapa?”

“Ah, kau egois.”

“Kau juga.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s