Silent Flight

#Np Silent Flight, Sleeping Dawn ~Mono

Malam mulai meninggi. Lantunan musik timbul terdengar dari handphone yang nampak lusuh dan kusam. Selusuh dan sekusam kerinduan warga pada air bersih di tempat ini, sebuah komplek perumahan yang dalam jangka waktu 5 tahun ke depan akan semakin berubah bentuk dan isinya. Sebagian warga sudah bosan komplain dan gelap harus berbuat apa lagi supaya mendapat air bersih, kecuali mungkin dengan memasang jet pam jika mampu, atau alternatif lain; membungkus kran air dengan kain tipis. Lebih baik mengurusi yang lain dari pada mengurus itu-itu terus yang tak pernah benar-benar dipedulikan, katanya.

Sementara angin diluar sana pun terasa kurang bersahabat, cuaca begitu mudah berubah. Bukan tanpa sebab jika suatu hari nanti bumi tak peduli lagi dengan penghuninya. Tidak ada yang aneh di kolong matahari, begitulah kata orang-orang sok tahu.

Komplek difasilitasi ruang sosial warga. Setiap RT diberi jatah satu oleh pemda. Hampir setiap sore, sebelum matahari tenggelam ke dalam lautan, anak-anak yang kurang lebih berusia 10 tahunan, biasanya bermain dengan riang dan gembira disana.

Anak-anak sangat menyukai sepak bola, persis seperti generasi kami yang mencintai sepak bola pada masa itu. Sebuah masa yang begitu dirindui banyak generasi. Masa kecil. Maka pun banyak upaya yang dilakukan oleh generasi yang lahir dipenghujung 80’an untuk mengenang masa-masa itu. Masa 10 atau 12 tahunan. Terlebih bagi mereka yang teralienasi dan tidak mudah berinteraksi diluaran. Masa-masa kecil baginya adalah momen terbaik. Menonton kartun yang sering diputar pada masanya kini tak jarang dilakukan.

Ditengah puting beliung asap-asap industri, hegemoni televisi, dan arus informasi serba cepat mau disadari atau tidak telah mengalienasi. Karenanya, membuat nuansa (nostalgik) yang telah terlewat, memang terasa masuk akal dan menyenangkan untuk dilakukan. Dapat jadi lumrah diadakan oleh banyak generasi. Akan menjadi menyenangkan jika melewati hari-hari lalu yang dinamis dan tidak garing. Sebab akan menjadi cerita yang jauh dari membosankan di hari esok.

Kembali ke masa kecil memang hanya dapat terjadi di alam fiksi. Yang sangat disukai oleh mereka para pengagung kenyamanan fasilitatif. Mungkin dari kisah-kisah fiksi lah kebahagiaan dapat ditemui. Meski dalam beberapa lembar Novel. Meski dalam beberapa hadiah dari teman. Meski dalam satu dua ingatan. Meski kebahagiaan terlalu dangkal didefinisikan sebagai kenangan.

Silent_Flight_by_DawnUnicorn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s