Split Review #1

#Np Skinny Fist Like Antennas To Heaven ~Godspeed You! Black Emperror

“Kalian para perawan remaja, telah aku susun surat ini untuk kalian, bukan saja agar kalian tahu tentang nasib buruk yang biasa menimpa para gadis seumur kalian, juga agar kalian punya perhatian terhadap sejenis kalian yang mengalami kemalangan itu….Surat kepada kalian ini juga semacam pernyataan protes, sekalipun kejadiannya telah puluhan tahun lewat….”

1943-1945: Perang Dunia II. Setelah Jerman, Jepang menduduki tempat kedua dalam kekuatan militer. Negara-negara Barat Demokratis dalam kurun waktu ini dinamai Negara-negara sekutu.

Negara-negara fasis militeris Jerman, Italia dan Jepang oleh pers dinamai negara-negara As karena mereka membentuk as Berlin-Roma-Tokyo. 1941: Pada Desember 1941 Jepang menyerang Honolulu, Hawai negara bagian ke 50 Amerika Serikat, dari udara. Pada waktu itu juga Amerika dan Inggris menyatakan perang terhadap Jepang. Disusul pengumuman perang oleh Gubernur Hindia-Belanda terhadap Jepang, dengan demikian pecahlah perang Pasifik.

1943 Pemerintah Pendudukan Balatentara Dai Nippon di Jawa telah mengeluarkan janji melalui Sendenbu untuk memberi kesempatan pada para remaja melanjutkan sekolah di Tokyo dan Shonanto. Bahwa sejak 1943 itu mereka mengangkuti para perawan dengan tujuan Tokyo dan Shonanto. Tak ada yang dapat mengatakan sudah berapa kali Jepang melakukan pengangkutan. Juga tidak jelas berapa puluh ribu perawan remaja yang telah diangkutnya sampai akhir kekuasaannya di Jawa.

Pada 2 Maret 1942 balatentara Jepang mulai memasuki Jawa, dan pada 8 Maret 1942 berhasil membikin Hindia-Belanda menyerah di Kalijati. Maka bermulalah masa kekuasaan Pemerintah Balatentara Dai Nippon, dan bermula juga penderitaan intensif selama 3,5 tahun.

Sutinah meriwayatkan kisahnya mengapa ia sampai di Pulau Buru. Ia telah di tipu Jepang, yang katanya akan menyekolahkan gadis-gadis Indonesia ke Jepang. Ternyata ia dibawa ke pulau buru untuk dijadikan pelacur guna melayani serdadu Jepang di kawasan Maluku.

“Sungguh mengguncangkan mengetahui adanya sejumlah orang yang sejak perawan remaja sampai jadi nenek tetap terbelenggu oleh perbuatan keji balatentara Jepang. Di masa kemajuan teknologi seperti sekarang ini.”

***

Bukankah situasi ekonomi-politik lokal sampai internasional amat mempengaruhi keadaan psikologis seseorang?

*ping-pong dulu nanti diterusin lagi…..* 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s