Split Review #2

#Np Blaise Bailey Finnegan III -Godspeed You! Black Emperror

1943-1945: Perang Dunia II. Setelah Jerman, Jepang menduduki tempat kedua dalam kekuatan militer. Negara-negara Barat Demokratis dalam kurun waktu ini dinamai Negara-negara sekutu.

Bulan Juni 1941, Poros Eropa melancarkan invasi terhadap Uni Soviet yang menandakan terbukanya teater perang terbesar sepanjang sejarah, yang melibatkan sebagian besar pasukan militer Poros sampai akhir perang. Pada bulan Desember 1941, Jepang bergabung dengan blok Poros (Italia, Jepang, Jerman) -namun pecah di tahun-tahun berikutnya- menyerang Amerika Serikat dan teritori Eropa di Samudra Pasifik, dan dengan cepat menguasai sebagian besar Pasifik Barat.

Film yang menggambarkan dengan jenius mengenai perang-perang Dunia: Valkryie, Enemy of The Gates, atau Saving Private Ryan, sebagai tambahan film berbumbu super-politis; trilogi Batman, No, V for Vendeta, atau yang tertidak banget G 30 S PKI.

Secara ideologis Jepang pada masa itu menganut sistem fasisme, dan secara general fasisme adalah gerakan radikal ideologi nasionalis otoriter politik. Fasis berusaha untuk mengatur bangsa menurut perspektif korporatis, nilai, dan sistem, termasuk sistem politik dan ekonomi. Fasis meninggikan kekerasan, perang, dan militerisme yang dipercayai memberikan perubahan positif dalam masyarakat, dalam memberikan renovasi spiritual, pendidikan, menanamkan sebuah keinginan untuk mendominasi karakter seseorang, dan menciptakan persaudaraan nasional melalui dinas militer. Fasisme menolak konsep-konsep egalitarianisme, materialisme, dan rasionalisme yang mendukung tindakan, disiplin, hirarki, semangat, dan keinginan. (Disadur dari wikipedia)

Jauh sebelum 1941-1945 sekitar abad 20 Jepang telah membuat jembatan untuk menguasai Indonesia. Orang takkan melupakan usahanya untuk menghubungi keturunan Adityawarman, Kaisar Minangkabau. Utusan-utusan yang dikirimkan memang gagal. Keturunan dinasti Adityawarman telah lebih dulu dipunahkan oleh kaum Padri. Pernah diberitakan bahwa salah seorang keturunannya ialah Sultan Alam Bagagar Syah, tetapi ia telah ditawan oleh Belanda, dibuang ke Batavia, dan wafat di Tanah Abang pada 21 Maret 1849. Tapi itu sudah jauh berlalu. Keturunan terakhir, Putri Reno Sumpu, karena seorang Putri, tidak memenuhi selera Jepang.

Bahwa Jepang berusaha untuk menguasai Indonesia bukan saja nampak dari persiapannya memiliterisasikan warganegaranya yang ada di Indonesia setelah Nederland jatuh ke tangan Nazi Jerman 1939, tetapi juga dari pengiriman para dutanya untuk membikin Hindia-Belanda menyerah tanpa perang. Pertama, adalah para duta yang dikirimkan oleh Menteri Kobayashi pada 1940, kemudian perutusan yang dipimpin oleh Yoshizawa pada 1941. Dan semua gagal.

***

Sedang belajar sejarah dari sebuah Novel penting. Setelah selesai mungkin bakal diresensi secara singkat saja. Sip lanjut baca….. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s