Split Review #3

#Np Mother-Fucker=Redeemer (part one-two) ~Godspeed You! Black Emperror

Ngomong-ngomong tentang kebrengsekan fasisme yang sulit dikompromisir. Di Indonesia pun kerap terjadi sekitar 1965-1966, tak berbeda jauh dengan super-tragedy Holocaust-nya Adolf Hitler yang membantai berjuta-juta manusia yang tak sepemahaman dengan dirinya dan pion-pionnya.

Silahkan klik link ini untuk penerangan lebih lanjut jika memang tertarik: http://www.youtube.com/playlist?list=PL485B76C76FDF5C3B&feature=plcp

FYI aja situasi ekonomi sebelum terjadinya tragedi 1965-1966.

Berikut saduran singkat sebelum meletusnya peristiwa 1965-1966 dari buku Palu Arit Di Ladang Tebu Sejarah Pembantaian Massal Yang Terlupakan 1965-1966, Hermawan Sulistyo.

Sekalipun Indonesia pada paruh pertama 1960-an memiliki posisi sebagai pemimpin dunia baru, ekonomi Indonesia merosot dengan cepat. Selama delapan tahun dibawah Demokrasi Terpimpin, rata-rata inflasi melonjak dari dua digit menjadi tiga digit, bahkan mencapai 650% pada 1965. Meski demikian Soekarno tetap bertahan dengan menyatakan kepada wartawan luar negeri, “inflasi bukanlah hal yang berbahaya kecuali ada kelaparan dan kemisikinan.” Kondisi ekonomi memburuk sehingga pemerintah mengambil keputusan yang aneh dan tidak populer, yaitu sanering, pemotongan nilai nominal mata uang rupiah dari Rp.1000 menjadi Rp.1. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memecahkan persoalan-persoalan sebagai berikut. Pada 1954-1959 defisit anggaran, suplai uang, dan biaya hidup meningkat hampir tiga kali lipat. Pada 1962, defisit pemerintah berlipat empat kali dan biaya hidup berlipat lima kali. Utang luar negeri sebelum meletusnya Gestapu sebesar 270 juta dollar AS; sebagian besar digunakan untuk membangun proyek-proyek raksasa yang bersifat simbolis, seperti patung-patung, monumen, dan simbol-simbol politik lain.

Barangkali itu lah salah satu motivasi Soe Hoek Gie dan kawan-kawannya bersemangat bersatu mengepalkan tangan dijalanan pada 1966. Namun pembantaian massal itu tak cuma dipicu oleh situasi ekonomi saja, lebih dari itu, bahkan lebih besar dari nilai utang luar negeri. Perseteruan global antara blok Komunis dan Nasionalis Fasis memberi andil besar dalam kasus ini. Soekarno berhasil dikambinghitamkan oleh Amerika dan sekutunya, dan pada saat seluruh warga berhasil dikelabui Soeharto tampil sebagai “pahlawan”. Seakan-akan membunuh secara masif adalah perbuatan yang dianjurkan Nabi. Bahkan hingga hari ini Amerika Serikat tidak terlepas dari praksis politik di Indonesia. Dan link dibawah ini barangkali dapat membantu dalam menerangkan apa yang ditulis diatas;

http://indocropcircles.wordpress.com/2013/05/29/bongkar-konspirasi-antara-sukarno-suharto-dan-freeport/.

OkeSip….! Lanjut lagi baca Novel, Coy….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s