Split Review #4

yes I know my enemies/ they’re the teachers who taught me to fight me / compromise/ conformity/ assimilation/ submission/ ignorance/ hypocrisy/ brutality/ the elite/ all of which are American dreams #Np Know Your Enemy -Rage Againts The Machine

Film dokumenter dibawah ini barangkali membantu memvisualkan keadaan saat itu:

“Tak ada orang yang menolong sahaya. Sahaya dibawa masuk kedalam kamar kapal. Pelangi (kain berwarna-warni) itu juga yang jadi penutup muka sahaya. Ia geletakkan sahaya….dan waktu terbangun seluruh badan lemas, pakaian rusak semua…. badan sakit semua. Ya, Nak, terang-terangan saja, Ibu sudah tua sekarang, apa pula guna malu. Sipen na (kemaluan ini) bengkak. Sahaya menangis. Tapi tiap sahaya menangis dia malah datang lagi dan diulangi perbuatannya….dan sahaya pingsan lagi. Begitu terus sampai sahaya tak dapat menangis lagi.” ~Kartini Perempuan yang berhasil kabur dari kekejian tentara Jepang dan survive bersama warga Alfuru, Pulau Buru, hingga 1978.

And this Jugun Ianfu (Part II): http://youtu.be/MMLwpnshU9Y

Pertemuan tak terduga antara Daswian Seorang Tahanan Politik dan Siti Fatimah (Keponakan dan Bibi) di pembuangan Pulau Buru

Pada perjumpaanku yang pertama aku sudah curiga pada Fatimah. Menurut firasatku, ada bayangan wajah nenekku, Nyonya Singadikarta, pada wajahnya. Itu tahun 1973. Tetapi untuk mendekatinya selalu ku temui jalan bantu. Keadaan waktu tidak memungkinkan ditambah kungkungan adat memenjarakan Fatimah berbicara dengan orang lain selain warga Alfuru. Pada 4 Agustus 1978, dalam perjalananku dari Wanareja ke Wanasari, aku terpaksa berteduh di rumahnya karena turun hujan. Ia seorang diri di rumah. Ini adalah kesempatan bagiku berakrab-akrab dengannya.

Dalam pembicaraan selanjutnya, sengaja kusisipkan kata-kata Sunda untuk memancing apakah ia mengetahui bahasa itu atau tidak. Ternyata benar. Ia mengerti bahasa Sunda, dan seperti terlanjur ia bicara pula dengan bahasa itu. Dan akhirnya: “Dari Jawa, Pak, Jawa Barat.” Katanya, pelan. “Sudah pernah bertempat di Subang.” Tanyaku. “Beta sudah pernah tinggal di Subang, punya kakak, Kosasih,” kata-kata itu terlanjur keluar.

“Bapak dari Jawa bagian mana?” Tanya Fatimah, setelah omongan-omongan lain. “Dari Jawa Barat, Bu.” Rupanya ia belum puas, bertanya selanjutnya: “Bapak dari kota, mana?” Tanyanya, seperti penasaran layaknya diriku. “Subang, Bu.” Aku perhatikan, dan terjadi perubahan pada wajahnya. Matanya diliputi kabut. Aku kurang mengerti sebabnya. “Di Subang, Bapak kenal sama Kosasih.” Terusnya. “Kosasih yang mana, Bu?” Tersirap darahku mendengar nama Kosasih yang dihubungkan dengan Subang. Itu adalah nama Ayahku sendiri. Maka aku semakin terangsang untuk mengetahui.

Pada 7 Agustus 1978 aku datang lagi. Sengaja kubawa foto ayah-ibuku. Ia seorang diri. “Ibu kenal sama Singadikarta dari Subang.” Ku perhatikan wajahnya. Berubah. “Juga Sukmasaputra.” Fatimah menunduk wajahnya diliputi mendung. Air matanya berlinang. Terdengar isaknya. “Mungkin ada orang lain yang Ibu kenal?” Lama ia tak memberikan jawaban isaknya kini menjadi tangis. “Sukaesih…,” wajahnya ia tutupi dengan ujung kebaya. Aku semakin tak sabar tetapi tangisnya belum juga reda. Aku nantikan sebentar. Aku lihat adanya jalur-jalur saling hubungan. Dan aku semakin terangsang untuk mengetahui rahasia terpendam selama ini. Kini justru aku yang berkepentingan.

“Ada hubungan apa dengan mereka?” Lama baru ia menjawab: “Mereka saudara-saudara sekandung Ibu.” Tak dapat aku menahan haru maka aku keluarkan foto yang kubawa. “Saya cucu Singadikarta, Bu, bekas asisten Wedana Subang. Anak Kosasih, yang ibu sebut saudara kandung. Kalau begitu ibu Fatimah bibi saya sendiri…,” air mataku tak dapat kubendung. Aku sungkem pada pangkuannya. Ibu Fatimah bertambah keras menangis. Kami bertemu dalam keadaan seperti ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s