Split Review #5

#Np Cody -Mogwai

“Terakhir kali ia melihat Malat (Mulyati) adalah setelah Jepang menyerah pada Sekutu. Pada waktu itu ia masih suka menangis. Pertanyaan yang timbul: mungkinkah seorang anak yang cengeng barang dua puluh tahun kemudian bisa berubah menjadi penentang dan pelawan? Bisa. Penderitaan tak tertanggungkan bisa mengakibatkan tiga macam sikap: menyerah tanpa syarat, melawan, atau membiarkan diri hancur. Mulyati memilih melawan.” (Hal 117 Bab Menjejak Ibu Mulyati Dari Klaten)

Sejarah telah banyak mengabarkan dan memberikan pemahaman pada kita; jika perang dan akibatnya menimbulkan efek yang tidak singkat bagi para korban dan pelaku pada masa-masa tersebut. Mungkin Anda sudah mengerti tentang hal itu? Sehingga memungkinkan saya untuk tak perlu bertele-tele lebih lama.

Sebagaimana sepatutnya sejarah, ia ditulis dengan darah, keringat, dan air mata, karenanya ia menawarkan penafsiran-penafisiran baru untuk hari esok. Terkhusus bagi generasi setelahnya. Seperti kami. Karena pada hakekatnya dari sana lah pembelajaran dimulai dan dibatasi (tutup usia).

Beruntung Negeri ini mempunyai penulis besar semacam Pramoedya Ananta Toer. Ia menjadi besar karena ‘kejujuran’ karya-karyanya, tak terlalu mengejutkan jika barisan penghargaan telah disematnya, baik dalam skala Nasional maupun Internasional. Sebagaimana diketahui, Pram bersusah payah menyusun, menyalin, menulis atas apa yang ia lihat dan rasakan ditengah situasi yang jauh dikatakan aman dan nyaman. Seperti apa yang dipercayainya, “menulis adalah bekerja untuk keabadian”, saya pun sepakat. Meski tulisan-tulisan saya terdengar utopis untuk dikatakan (calon) abadi.

Saya memang tidak paham sastra tapi saya cukup mengerti bagaimana menyerap dan menikmati karya-karya sastra yang dalam pemahaman saya; mampu mendekorasi pengetahuan dan memberi kejutan tinggi tidak klise serta memberi gairah baru dalam menjalani hari agar tidak membosankan, atau dalam bahasa hiperbolis; merangkum segenap manusia dan kemanusiaan. Pada akhirnya ia mampu membelakangi kealpaan yang mudah ditemui dalam diri seseorang; gairah personal. Dan karya-karya Pram mampu membangkitkannya.

Next

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s