Lacuna

Seekor serigala meraung kesakitan ditimpa berlaksa-laksa kesepian. Tak seperti biasanya ia meraung seperti itu, pasalnya ia telah akrab dengannya namun kali ini kesepian itu seolah berubah jadi jarum. Menusuk hingga ke ulu jantung.

Seekor serigala kini kehilangan kekasih yang dicintainya. Kehilangan rumah yang didiaminya. Kehilangan api yang menghangatkannya. Kehilangan berjuta cahaya purnama yang memantul dari langit bila malam penuh.

Seekor serigala kini hanya terus berjalan, berjalan, dan berjalan. Ia tahu tak mudah melewati hari-hari ngilu seperti itu. Tapi ia sadar mengaum adalah satu-satunya cara agar eksistensinya tetap menyala betapapun jarum itu semakin meraksuk dan meraksak.

Ia melewati malam itu yang tampak bagai lautan penuh riak tanpa air. Matanya menangkap satu bintang menggelantung di ujung langit itu namun nyalanya muram. Semuram malam digelayuti awan. Sebuah bintang kecemasan telah terbit di malam yang tepat.

Serigala masih terus berjalan, mengaum, berjalan, mengaum, dan berjalan. Menyusuri hutan, menerabas malam, mengangkangi belantara bahaya, dihujam berlaksa-laksa jarum kesepian. Serigala belum mau mati karenanya. Ia masih ingin mengaum, terus mengaum.

Mimpi Serigala

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s