Kepada Pagi #1

Aku menggumuli pagi yang dipenuhi sinar mentari. Kulihat sinar itu menembus daun-daun jatuh kering terpanggang. Serupa telur yang gosong diatas koali berapi. Aku berjalan di antara rentetan tanda dan tanya? Adakah cinta yang tak mewaktu? Serupa sinar pagi hari yang tak pernah peduli dengan apa yang disinarinya. Namun ia menghidupi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s