Suara Malam Memanggilmu

Kita terenyuh pada sebuah gagap yang seringkali datang saat sepi menyublim. Berkaca pada hari demi hari yang dilewati bersama mereka yang kita cintai dengan mata dan muka polos. Dengan harap yang menyergap digemasi lautan cemas. Mungkin kesepian merupakan jalan untuk menujumu dalam diam. Seperti batu-batu sungai yang cuma bertengger di antara hijau pepohonan yang tak pernah dahaga. Ah, kau kira hidup cuma untuk memaknai sesuatu. Kebermaknaan hanya akan bermakna jika hanya ada satu makna yang kau yakini dan perjuangkan dalam gontai dan gemeretak sepatu kerjamu. Burung tak pernah belajar soal makna tapi ia mengajarkan langsung tentang kebahagiaan menjadi bebas di angkasa. Mengepakkan sayap tanpa rasa was-was. Landas. Apakah kita mampu mengangkat kaki-kaki kita tanpa rasa cemas?

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s