Sebagai September

Barangkali angin akan mengusir cemasmu yang digelayuti muram menggugu. Berpikir akan ada hal ajaib diantara warna pelangi yang tampak kelabu. Musim yang terus bergerak tanpa ampun. Membuat kita lupa bahwa setiap keinginan meminta agar dilunasi. Serupa janji Sangkuriang kepada Dayang Sumbi; yang dalam kegagalannya tetap mengalir darah dengan utuh gairah. Memang rasa bosan merupakan awan gelap sebelum pelangi tiba. Mestinya kita punya cara untuk mengenyahkannya. Meski dalam diam bersaksikan buku-buku yang selalu mampu membunuh waktu di awal pekan. Kau tahu, hujan selalu punya cara menerbitkan sebaris getir dan hasrat mengalun di tiap jatuhnya. Memunculkan kembali masa yang tak ingin kita lupakan. Tak maukah kau mati sebagai hujan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s