Month: March 2014

Ruins

Stop thinking about shit and just listen a silence.

Advertisements

Kontrol: Memainkan Bola Ping-Pong Di Atas Meja Biru

Aku begitu penasaran, dari beberapa pertandingan yang dihelat kenapa Pak Tarmadji nyaris selalu unggul dariku? Cuma sekali aku pernah unggul darinya. Memang kemenangan bukanlah soal utama bagiku, toh, pertandingan ini bukanlah pertandingan berskala besar, dan lagi niatku bermain adalah untuk membangkitkan keringat dari dalam tubuh dan mencecerkan sebanyak-banyaknya ke udara, namun tetap saja aku penasaran dengan gaya permainan lawanku, dan trick yang dia gunakan saat bertanding denganku.

Menurut pengamatanku sejauh ini tekhnik permainan lawanku itu sebetulnya biasa saja, spin dan backhand pun jarang masuk, jika tak, nyangkut di net. Jika dihitung satu set pertandingan dalam memberikan spin dan backhand, jelas aku selalu lebih banyak darinya dan hampir smash-smash-ku menghasilkan point untukku. Meski begitu lawanku itu berhasil mengkontrol emosi dalam dirinya dan cenderung menguasai dan mengarahkan bola kemanapun Ia mau, rasanya inilah yang membuatku terasa berat saat menghadapinya. defense-nya pun cukup kokoh, spin-spin-ku sering dia kembalikan meski di-spin berikutnya Ia tak mampu membendungnya. Jika begitu terus aku cenderung kehilangan kontrol, nampaknya, ada yang salah dengan kontrol emosiku.

Aku pun jadi bertanya-tanya, apakah kontrol emosi itu berhubungan dengan track record seseorang, yang dalam hal ini semakin sering Ia bermain ping-pong, semakin mampu pulalah Ia mengkontrol emosinya sehingga laju bola dengan mudah Ia arahkan dan mainkan. Yang kutahu Pak Tarmadji telah akrab dengan permainan ping-pong sejak muda dan memang usianya kini jauh di atasku. Jauh sekali.

Bermain ping-pong memang membutuhkan konsentrasi tinggi, dan seringnya konsentrasiku mendadak buyar ketika spin-spin yang ku lesatkan dikembalikan lagi, karenanya emosiku pun memuncak, aku semakin bergejolak. Dalam momen seperti itu lawanku memainkan emosi diriku dengan kuasa bolanya, mengarahkan ke kiri dan ke kanan yang membuat konsentrasiku makin kabur, chaos dan hilang lenyap bersama teriakan konyol  dan hembusan angin. Inilah persoalanku yang mesti kutaklukan, sepertinya.

if you can control yourself, you could control your world.