Menyelamiku Untuk Menyelamimu

Ia meminta didatangi. Dihangati. Dinyalakan. Dijaga. Ia membisikkan sesuatu yang mesti engkau jelajahi. Tanpa ragu. Menghanguskan ilusi biner warisan purba di mana polesan maskara mendominasi langkah kaki. Meraih hari kembali sebelum bekas luka-luka lama menyerupai ledakkan kembang api yang kubenci tiba menghampiri. Hampir membunuh. Mengelupasi rasa-rasa. Memekakan relung jiwa. Menenggelamkan mimpi hingga dalam. Kini, ia bangkit kembali serupa Kronos yang dibangkitkan sebongkah pedang api, ia hendak melampiaskan hak primordial dengan lekas, memanggil dan dipanggil agar: menuntaskan hasrat.

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s